"...Apapun yang mendorong manusia untuk menjadi lebih dekat dengan Rabbnya sejatinya adalah karunia, bahkan jika itu berupa kesedihan.
Kesedihan yang timbul dari kegagalan cita-cita, konflik antar manusia bahkan pasangan sekalipun merupakan bentuk karunia manakala hal tersebut justru menyebabkan dirinya mengenal dan dekat dengan Penciptanya.
Hakikat dari itu semua merupakan instrumen yang diciptakan Allah sebagai wasilah agar si hamba mengenal bahkan mendekatiNya. Apa yang saya maksud dengan "instrumen" adalah seperti bola golf dengan stiknya.
Pukulan keras stik golf secara kasat mata menyakitkan bola, tetapi apalah arti dari rasa sakit, jika itu adalah satu-satunya jalan "bola golf" mampu melenting keras menuju peraduannya.
Allah A'lam.., kurang lebih demikian apa yang mampu dipetik sebagai pelajaran dari banyak hal kehiduan ini. Jika demikian, manusia hendaknya tidak saja belajar bersabar, tetapi sesekali harus bersykur atas kegagalan cita-cita, atau bahkan berterima kasih kepada orang-orang yang telah meretakkan kebahagiaan hidupnya, karena sejatinya mereka hanyalah instrumen yang Allah ciptakan untuk meromantiskan diriNya dengan sang Hamba.






0 komentar:
Posting Komentar