Translate

Senin, 20 Februari 2017

MEMAKNAI HIJRAH

MEMAKNAI HIJRAH

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Segala puja milik Alloh semata dan baginya pula segala puji. Sungguh, karenaNya kita bisa berkumpul di sini dalam rangka melaksanakan kewajiban shalat jumat.
Curahan nikmat yang Alloh berikan hendaknya kita terima dengan penuh kesyukuran melalui peningkatan iman dan taqwa kepada Alloh SWT.
Shalawat dan salam semoga selalu terhatur kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah membimbing umatnya dari zaman kegelapan jahiliyah menuju cahaya iman.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Peristiwa penting dalam sejarah rasulullah Saw berkenaan dengan tahun baru islam (hijriah)  adalah hijrahnya baginda Nabi SAW dan para sahabat dari Makah menuju Yastrib, yang kelak dikenal dengan Madinah Al Munawwarah.Kala itu, hijrah merupakan bentuk ketaatan atas disyariatkannya hijrah, sebagaimana disinggung dalam banyak ayat, antara lain adalah al Nisa’ ayat 97:
¨bÎ) tûïÏ%©!$# ãNßg9©ùuqs? èps3Í´¯»n=yJø9$# þÏJÏ9$sß öNÍkŦàÿRr& (#qä9$s% zNŠÏù ÷LäêZä. ( (#qä9$s% $¨Zä. tûüÏÿyèôÒtGó¡ãB Îû ÇÚöF{$# 4 (#þqä9$s% öNs9r& ô`ä3s? ÞÚör& «!$# Zpyèźur (#rãÅ_$pkçJsù $pkŽÏù 4 y7Í´¯»s9'ré'sù öNßg1urù'tB æL©èygy_ ( ôNuä!$yur #·ŽÅÁtB ÇÒÐÈ  
97.Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan Menganiaya diri sendiri[342], (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam Keadaan bagaimana kamu ini?". mereka menjawab: "Adalah Kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Mereka rela meninggalkan banyak hal berharga yang dimiliki. Harta benda dan bahkan ada yang meninggalkan anak istrinya. Rela meninggalkan kampung halaman menuju tempat yang tidak bersanak saudara. Perjalanan hijrahpun tidak mudah, melainkan banyak halangan dan rintangan, bahkan tidak sedikit para sahabat yang mempertaruhkan nyawa mereka, termasuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar yang dikejar dan diburu hidup atau mati. Hijrah mereka tidak untuk harta, benda, pangkat dan kedudukan, melainkan 1 hal saja, yaitu semata-mata menyelamatkan agama.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Hijrah adalah sejarah yang luar biasa, dimana kita hendaknya bisa mengambil ibrah/ pelajaran darinya. Adapun diantara hal-hal yang bisa kita ambil pelajaran dari peristiwa agung ini adalah sebagai berikut:
1.      Rasulullah dan para sahabat melakukan hijrah (berpindah) tempat dari Mekah menuju Madinah adalah sebagai bentuk ketaatan mereka kepada Allah SWT dalam menjaga keimanan semata.
Spirit menjaga keimanan inilah yang harus kita tiru dalam aktifitas kehidupan kita. Persoalan akidah dan persoalan keimanan harus menjadi perhatian serius bagi kita, keluarga dan masyarakat islam pada umumnya. Terkecuali daripada itu adalah dengan meletakkan iman di atas segala urusan lainnya, sebagaimana Rasul dan para sahabat rela meninggalkan harta, benda bahkan sanak kerabat dan keluarga semata-mata untuk menjaga keimanan dan akidah mereka.
2.      Kaitannya dengan peristiwa hijrah, Rasulullah bersabda bahwa:

لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ

Tidak ada hijrah setelah penaklukan Makkah (HR. Bukhari)
Hijrah dilihat dari sudut bahasa adalah berpindah tempat. Berangkat dari pengertian ini, maka hadis di atas mengindikasikan bahwa kewajiban hijrah dari Makkah ke Madinah pasca penaklukan Makkah sudah tidak berlaku lagi. Namun demikian, sebenarnya makna hijrah tidak terbatas pada perpindahan satu tempat ke tempat lainnya, melainkan juga perpindahan situasi dan kondisi. Pernyataan ini selaras dengan sabda Nabi:
الْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah (HR. Bukhari)

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Sabda Rasul di atas bisa difahami secara sederhana, yaitu orang yang meninggalkan larangan Allah SWT sejatinya adalah orang-orang yang hijrah, artinya bahwa ia telah melaksanakan hijrah/ berpindah dari hal-hal yang dilarang menuju hal-hal yang diperbolehkan. Orang-orang yang bertaubat dari kemaksiatan adalah orang-orang yang berhijrah, yaitu berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Orang-orang yang berusaha lebih baik dari dari sebelumnya adalah orang-orang yang hijrah, yaitu berpindah dari satu situasi ke situasi lainnya.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Pemaknaan hijrah yang tidak terbatas pada berpindah tempat sebagaimana diterangkan di atas memberikan spirit kepada kita untuk selalu melakukan hijrah dari waktu ke waktu. Dari sifat zalim menuju sifat adil, dari sifat kikir menuju sifat dermawan, dari sifat pemarah menuju sifat penyabar, dari sifat pesimistis menuju sifat optimis, dari sifat kebiasan mengeluh menuju kebiasan bersyukur, dari kebiasaan dan sifat buruk lainnya menuju kebiasaan dan sifat-sifat yang terpuji.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Demikian penyampaian sederhana berkaitan dengan memaknai hijrah. Ada kurang lebihnya semoga Allah memaafkan dan mengampuni. Terkecuali daripada itu marilah kita bersama-sama mengambil ibrah dan pelajaran Hijrahnya Baginda Nabi SAW dan para sahabatnya, serta mampu memaknainya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita benar-benar menjadi hamba-hamba Allah SWT yang mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat aamiin aamiin ya rabbal ‘alamin,



0 komentar:

Posting Komentar