MEMAKNAI HIJRAH
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Segala puja
milik Alloh semata dan baginya pula segala puji. Sungguh, karenaNya kita bisa
berkumpul di sini dalam rangka melaksanakan kewajiban shalat jumat.
Curahan
nikmat yang Alloh berikan hendaknya kita terima dengan penuh kesyukuran melalui
peningkatan iman dan taqwa kepada Alloh SWT.
Shalawat dan
salam semoga selalu terhatur kepada baginda Nabi Muhammad SAW, yang telah
membimbing umatnya dari zaman kegelapan jahiliyah menuju cahaya iman.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Peristiwa
penting dalam sejarah rasulullah Saw berkenaan dengan tahun baru islam
(hijriah) adalah hijrahnya baginda Nabi SAW
dan para sahabat dari Makah menuju Yastrib, yang kelak dikenal dengan Madinah
Al Munawwarah.Kala itu, hijrah merupakan bentuk ketaatan atas disyariatkannya
hijrah, sebagaimana disinggung dalam banyak ayat, antara lain adalah al Nisa’
ayat 97:
¨bÎ) tûïÏ%©!$# ãNßg9©ùuqs? èps3Í´¯»n=yJø9$# þÏJÏ9$sß öNÍkŦàÿRr& (#qä9$s% zNÏù ÷LäêZä. ( (#qä9$s% $¨Zä. tûüÏÿyèôÒtGó¡ãB Îû ÇÚöF{$# 4 (#þqä9$s% öNs9r& ô`ä3s? ÞÚör& «!$# Zpyèźur (#rãÅ_$pkçJsù $pkÏù 4 y7Í´¯»s9'ré'sù öNßg1urù'tB æL©èygy_ ( ôNuä!$yur #·ÅÁtB ÇÒÐÈ
97.Sesungguhnya
orang-orang yang diwafatkan Malaikat dalam Keadaan Menganiaya diri
sendiri[342], (kepada mereka) Malaikat bertanya : "Dalam Keadaan bagaimana
kamu ini?". mereka menjawab: "Adalah Kami orang-orang yang tertindas
di negeri (Mekah)". Para Malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu
luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". orang-orang itu
tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Mereka rela
meninggalkan banyak hal berharga yang dimiliki. Harta benda dan bahkan ada yang
meninggalkan anak istrinya. Rela meninggalkan kampung halaman menuju tempat
yang tidak bersanak saudara. Perjalanan hijrahpun tidak mudah, melainkan banyak
halangan dan rintangan, bahkan tidak sedikit para sahabat yang mempertaruhkan
nyawa mereka, termasuk Rasulullah SAW dan Abu Bakar yang dikejar dan diburu
hidup atau mati. Hijrah mereka tidak untuk harta, benda, pangkat dan kedudukan,
melainkan 1 hal saja, yaitu semata-mata menyelamatkan agama.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Hijrah adalah
sejarah yang luar biasa, dimana kita hendaknya bisa mengambil ibrah/ pelajaran
darinya. Adapun diantara hal-hal yang bisa kita ambil pelajaran dari peristiwa
agung ini adalah sebagai berikut:
1.
Rasulullah dan para sahabat melakukan hijrah (berpindah)
tempat dari Mekah menuju Madinah adalah sebagai bentuk ketaatan mereka kepada
Allah SWT dalam menjaga keimanan semata.
Spirit menjaga keimanan inilah yang harus kita tiru dalam aktifitas
kehidupan kita. Persoalan akidah dan persoalan keimanan harus menjadi perhatian
serius bagi kita, keluarga dan masyarakat islam pada umumnya. Terkecuali
daripada itu adalah dengan meletakkan iman di atas segala urusan lainnya,
sebagaimana Rasul dan para sahabat rela meninggalkan harta, benda bahkan sanak
kerabat dan keluarga semata-mata untuk menjaga keimanan dan akidah mereka.
2.
Kaitannya dengan peristiwa hijrah, Rasulullah bersabda bahwa:
لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ
Tidak ada hijrah setelah penaklukan Makkah (HR. Bukhari)
Hijrah
dilihat dari sudut bahasa adalah berpindah tempat. Berangkat dari pengertian
ini, maka hadis di atas mengindikasikan bahwa kewajiban hijrah dari Makkah ke
Madinah pasca penaklukan Makkah sudah tidak berlaku lagi. Namun demikian, sebenarnya
makna hijrah tidak terbatas pada perpindahan satu tempat ke tempat lainnya,
melainkan juga perpindahan situasi dan kondisi. Pernyataan ini selaras dengan
sabda Nabi:
الْمُهَاجِرُ
مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah (HR. Bukhari)
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Sabda Rasul di atas bisa difahami secara sederhana, yaitu
orang yang meninggalkan larangan Allah SWT sejatinya adalah orang-orang yang
hijrah, artinya bahwa ia telah melaksanakan hijrah/ berpindah dari hal-hal yang
dilarang menuju hal-hal yang diperbolehkan. Orang-orang yang bertaubat dari
kemaksiatan adalah orang-orang yang berhijrah, yaitu berpindah dari kemaksiatan
menuju ketaatan. Orang-orang yang berusaha lebih baik dari dari sebelumnya
adalah orang-orang yang hijrah, yaitu berpindah dari satu situasi ke situasi
lainnya.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah..
Pemaknaan hijrah yang tidak terbatas pada berpindah tempat
sebagaimana diterangkan di atas memberikan spirit kepada kita untuk selalu
melakukan hijrah dari waktu ke waktu. Dari sifat zalim menuju sifat adil, dari
sifat kikir menuju sifat dermawan, dari sifat pemarah menuju sifat penyabar,
dari sifat pesimistis menuju sifat optimis, dari sifat kebiasan mengeluh menuju
kebiasan bersyukur, dari kebiasaan dan sifat buruk lainnya menuju kebiasaan dan
sifat-sifat yang terpuji.
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Demikian penyampaian sederhana berkaitan dengan memaknai
hijrah. Ada kurang lebihnya semoga Allah memaafkan dan mengampuni. Terkecuali
daripada itu marilah kita bersama-sama mengambil ibrah dan pelajaran Hijrahnya
Baginda Nabi SAW dan para sahabatnya, serta mampu memaknainya dalam kehidupan
sehari-hari, sehingga kita benar-benar menjadi hamba-hamba Allah SWT yang
mendapatkan keberuntungan di dunia dan akhirat aamiin aamiin ya rabbal ‘alamin,







0 komentar:
Posting Komentar