Translate

Rabu, 22 Februari 2017

Menjengkelkan

Warisan Kita
Sebagian budaya di Indonesia ini benar-benar "menggelitik", kalau tidak ingin dibilang "maaalehi".
Beberapa contoh kecil setidaknya menguatkan statemen ini. Coba lari ke lembaga pendidikan, setingkat kampus misalnya, semakin tinggi gelar akademik seseorang, maka bahasa yang digunakan pun sering semakin "rumit". Kesannya kurang "afdol" kalau komunikasi dengan bahasa "biasa-biasa" saja. Padahal, dilihat dari sisi ilmu balaghoh, bahasa yang baik adalah justru yang mudah difahami.
Lihat pula banyaknya beban administrasi guru untuk memenuhi pencairan Tunjangan, al hasil tugas utama mengajar justru sering terbengkalai dan kelas pun kosong.
Kemudian mari mengintip proses nikah, KTP dan KK tidak lagi sakti sebagai bukti bahwa kamu benar-benar masih "Jomblo". Butuh satu surat keterangan "bujangan" dari desa asal sebelum panjenengan dengan PeDenya pergi ke KUA.
Ah...betul kata mereka, prinsip “kalau bisa mudah kenapa harus rumit”, benar-benar dibalik di negeri ini, “kalau bisa dibikin rumit, kenapa harus dipermudah”. Tentu..kita tidak ingin anak cucu kita mewarisi "kejengkelan" seperti ini.
Allah A'lam


0 komentar:

Posting Komentar