Prabu “Yahosss”*
Tahun 1034 SM
Prabu Duryudono sedang mencari dukungan secara massif dari seluruh rakyat Astino, Pasalnya Ia khawatir bahwa anak-anak Pandowo yang telah ia “lecun” sebelumnya akan memprovokasi rakyat untuk melengserkannya dari singgasana. Kekhawatiran ini mulai memuncak saat suara-suara yang mempertanyakan kompetensinya sebagai Raja Negara Astino semakin menyeruak, apalagi sejak Sang Prabu naik, harga BBM pun naik, Listrik, Gas, Lombok, kereta, pendek kata semua naik, tidak ada yang turun kecuali harga diri para penjilat.
Desas desus hutang kerajaan yang semakin menumpuk serta impor pekerja dari kerajaan sebelah semakin menambah runyamnya keadaan, akibatnya meningkatnya jumplah JONES pun tidak terkendali, bayangkan..Pasangan gak punya, pekerjaan pun ga ada..
Makanya, sore itu ia blusukan ke salah satu kaum di pedalaman Astina, tak tanggung-tanggung untuk meraih simpati rakyatnya ia bertelanjang dada dan hanya memakai semacam Koteka. Tibalah saatnya orasi.
“Saudara-saudara, setelah saya berkeliling dunia, ternyata kerajaan yang paling baik ekonominya adalah kerajaan kita”,
“Yahosss!!!!”, Sahut Kepala Suku sambil mengepalkan tangan ke langit diikuti semua kaumnya.
Melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, Sang Prabu pun kemudian melanjutkan orasinya.
“Mulai bulan depan, tarif listrik akan kita turunkan”.
“Yahosss!!!”.
“BBM akan kita jungkalkan harganya”
“Yahosss!!!”.
“Uyah, Brambang, daging, dan kebutuhan pokok lainnya akan kita murahkan”.
“Yahosss!!!”.
Begitulah, semua janji-janji manis Sang Prabu disahut teriakan kompak dan menggelegar dari seluruh penduduk. Setelah 30 menit berlangsung tibalah saat ramah tamah di Pendopo. Namun Sang Prabu terlihat enggan untuk menyantap hidangan makanan karena jijik melihat lalu lalang hewan yang di kota Astina biasa disebut dengan "anjing"
Mengetahui gelagat demikian, Ketua Suku pun berdiri dan berteriak kepada kaumnya,” Hoiiiii, siapa yang punya Yahoss-Yahoss di sini, tolong disingkirkan. Yang Mulia ingin makan tanpa melihat Yahoss di depannya”.
*yang terinspirasi dari tulisan “woka” di salah satu akun FB, dianjurkan dibaca ketika fikirannya adem
Tahun 1034 SM
Prabu Duryudono sedang mencari dukungan secara massif dari seluruh rakyat Astino, Pasalnya Ia khawatir bahwa anak-anak Pandowo yang telah ia “lecun” sebelumnya akan memprovokasi rakyat untuk melengserkannya dari singgasana. Kekhawatiran ini mulai memuncak saat suara-suara yang mempertanyakan kompetensinya sebagai Raja Negara Astino semakin menyeruak, apalagi sejak Sang Prabu naik, harga BBM pun naik, Listrik, Gas, Lombok, kereta, pendek kata semua naik, tidak ada yang turun kecuali harga diri para penjilat.
Desas desus hutang kerajaan yang semakin menumpuk serta impor pekerja dari kerajaan sebelah semakin menambah runyamnya keadaan, akibatnya meningkatnya jumplah JONES pun tidak terkendali, bayangkan..Pasangan gak punya, pekerjaan pun ga ada..
Makanya, sore itu ia blusukan ke salah satu kaum di pedalaman Astina, tak tanggung-tanggung untuk meraih simpati rakyatnya ia bertelanjang dada dan hanya memakai semacam Koteka. Tibalah saatnya orasi.
“Saudara-saudara, setelah saya berkeliling dunia, ternyata kerajaan yang paling baik ekonominya adalah kerajaan kita”,
“Yahosss!!!!”, Sahut Kepala Suku sambil mengepalkan tangan ke langit diikuti semua kaumnya.
Melihat antusias masyarakat yang begitu tinggi, Sang Prabu pun kemudian melanjutkan orasinya.
“Mulai bulan depan, tarif listrik akan kita turunkan”.
“Yahosss!!!”.
“BBM akan kita jungkalkan harganya”
“Yahosss!!!”.
“Uyah, Brambang, daging, dan kebutuhan pokok lainnya akan kita murahkan”.
“Yahosss!!!”.
Begitulah, semua janji-janji manis Sang Prabu disahut teriakan kompak dan menggelegar dari seluruh penduduk. Setelah 30 menit berlangsung tibalah saat ramah tamah di Pendopo. Namun Sang Prabu terlihat enggan untuk menyantap hidangan makanan karena jijik melihat lalu lalang hewan yang di kota Astina biasa disebut dengan "anjing"
Mengetahui gelagat demikian, Ketua Suku pun berdiri dan berteriak kepada kaumnya,” Hoiiiii, siapa yang punya Yahoss-Yahoss di sini, tolong disingkirkan. Yang Mulia ingin makan tanpa melihat Yahoss di depannya”.
*yang terinspirasi dari tulisan “woka” di salah satu akun FB, dianjurkan dibaca ketika fikirannya adem






0 komentar:
Posting Komentar