Translate

Jumat, 21 Juni 2019

Nyantri itu Keren

Pendidikan baik saat ini merupakan kebutuhan pokok bagi manusia pada umumnya hingga Indonesia tanpa terkecuali. Apalagi jika hal tersebut dikaitkan dengan persaingan global di saat ini. Lapangan pekerjaan yang sedikit semakin diperebutkan oleh para pencari kerja dengan perbandingan yang sangat tidak sesuai sehingga mengakibatkan pengangguran dimana-mana, apalagi yang paling parah adalah kerusakan moral anak-anak penerus bangsa, narkoba menjadi-jadi, perjudian, sex bebas serta bahkan lesbian, gay, biseksual dan transgender.
Oleh karenanya banyak para wali berani untuk membayar lebih guna memperoleh pendidikan yang baik. Sekolah-sekolah unggulan maupun kursus merebak dimana-mana. Namun sebenarnya yang harus fikirkan oleh orang tua adalah bukan tentang kecerdasan IQ saja, karena penelitian yang ada menyebutkan bahwa keberhasilan manusia tidak semata-mata berasal kecerdasan tersebut, namun ada faktor-faktor lainnya seperti Emotional Quotient dan lain lainnya.
Membincang persoalan pendidikan terunggul maka tidak bisa dilepaskan dari pembicaraan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pengajaran yang masih baik untuk menjadi perhitungan para siswa. Pondok merupakan satu-satunya lembaga pendidikan terlama di nusantara bahkan sebelum Indonesia lahir, sehingga telah banyak menelurkan alumni-alumni di belahan penjuru Indonesia. Terkecuali daripada itu, pesantren juga satu-satunya lembaga pendidikan yang proses pembelajarannya tidak dibatasi waktu, misalnya sejak jam 07.00 pagi sampai 12.00, melainkan 24 jam dalam sehari semalam.
Para Santriwati usai acara perpisahan
Kebaikan pendidikan pesantren bukan hanya karena faktor lamanya waktu pembelajaran dalam sehari semalam, namun juga disebabkan banyak hal pendukung lainnya dimana hal tersebut dapat dipetakan ke beberapa aspek. Pertama bahwa di pondok para santri mempunyai orang tua yang selalu berdekatan dengan dirinya, yaitu selain para guru dan ustadz, ada seorang pengasuh/ kyai pesantren yang tidak lain adalah sosok sentral di dalamnya.
hal lainnya adalah pembelajaran kedisiplinan yang terus menerus, para santri wajib mentaati semua peraturan yang ada baik berkaitan dengan tempat, di kamar mandi, di dapur, di kelas, di masjid, di kantin, di kamar tidur dan lain sebagainya. Selain peraturan tempat adalah peraturan uniform. Semua tempat dan kegiatan hampir mempunyai seragamnya sendiri agar kedisiplinan semakin terasah. Peraturan-peraturan yang tidak kalah uniknya adalah yang berkaitan dengan bahasa, dimana pada umumnya pesantren mewajibkan bahasa asing, dan ini merupaan keunggulan dunia pesantren.
keunggulan lainnya yang tidak dimiliki lembaga pendidikan pada umumnya adalah tolok ukur prestasi peserta didik. Bahwa kecerdasan bukanlah satu-satunya faktor ukuran yang membuat dia bisa naik kelas atau bahkan lulus, melainkan ada faktor penunjang lainnya, yaitu budi pekerti. Sepintar apapun seorang siswa, jika ia tidak mempunyai budi pekerti yang baik maka dipastikan tidak akan memenuhi kriteria kenaikan kelas/ lulus. Bahkan tidak jarang di pesantren yang ada menambahkan faktor hafal al qur’an. So, Sekarang adalah menguatkan tekad dan menguatkan niat, segera belajar bersama kami Pondok Pesantren MBS Ponorogo yang merupakan salah satu pesantren di Ponorogo mengajak impian pendidikan anda menjadi kenyataan, anak-anak yang cerdas, berbudi luhur dan soleh soleha.

0 komentar:

Posting Komentar