Translate

Jumat, 12 Januari 2018

Menyelesaikan Diri Sendiri

Perlombaan-perlombaan kehidupan yang tak pernah berhenti, baik pekerjaan, harta benda dan lain sebagainya terkadang membuat manusia melupakan jati dirinya sendiri, apatah lagi sifatnya manusia yang dengan keterbatasannya justru menyimpan keinginan-keinginan yang tak terbatas.

Anak-anak sekolah yang bingung ingin menjadi siapa dan bagaimana pun para pekerja yang bingung ingin seperti siapa dan bagaimana. Tentu ini semua lumrah bagi manusia, tetapi jika ia terjebak dalam persoalan ini, maka sesungguhnya ia tidak akan mampu melihat dirinya sendiri dengan bijak. Bahwa orang yang ia kagumi begitu mempesona, dan ia harus seperti itu untuk mempunyai pesona. Bahwa orang yang ia kagumi begitu bahagia dengan segala pekerjaan maupun berikut penghasilannya dan diapun harus seperti itu untuk mendapatkan kebahagiaan yang serupa. Dan seterusnya dan seterusnya.

Lalu bagaimana?

Seorang sahabat dengan arifnya memberikan nasehat  ,”Siapapun kita, dimanapun kita dan dalam posisi apapun kita, hal terpenting dan terawal adalah menyelesaikan persoalan diri kita sendiri, baik sebagai siapa, dimana dan dalam posisi apa”. Dalam artian kita tidak boleh gagal menjadi siapa kita, apa dan dimana. Ketika seorang mahasiswa dengan semangatnya yang luar biasa, menggebu-gebu menginginkan perubahan masyarakat bahkan tatanan negara, namun betapapun itu diejawantahkan dalam seminar, diskusi maupun demontrasi jalanan, selama ia tidak selesai dengan dirinya sendiri, kuliahnya tidak beres, sering alpa, tugas tidak dikerjakan dan seterusnya, maka sebenarnya ia pun telah memulainya dengan kegagalan. Sebab perubahan masyarakat bahkan negara adalah kolektifitas perubahan individu-individu di dalamnya.

Ketika orang berambisi untuk mendapatkan kehidupan mapan seperti orang lainnya, namun tidak menyelesaikan persoalan dirinya, kerjanya dan dengan segala pernak perniknya, maka sebenarnya ia pun telah memulainya dengan kegagalan, sebab kemapanan mereka yang telah mapan dimulai dari selesainya permasalah mereka. Mereka sudah jatuh bangun untuk menyelesaikan mapannya.

Ya benar, kita harus menyelesaikan permasalahan kita sendiri jika tidak ingin masalah yang menyelesaikan kita. Kita harus mampu mengenali siapa diri sendiri dengan baik, sebagai apa dan dimana, lalu berbuat baik semaksimal mungkin  sebagai siapa dan dimana 

Allah A’lam.

0 komentar:

Posting Komentar